tentang

              cropped-cropped-img_5171.jpg

Lebih dulu mengawali karir sebagai wartawan musik dan film, Salman Aristo [Jakarta, 13 April 1976] lantas dikenal sebagai penulis skenario layar lebar dengan raupan penonton yang signifikan. Empat filmnya Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, Sang Pemimpi dan Garuda di Dadaku bertengger di sepuluh besar film Indonesia terlaris sejak 2007.

Selanjutnya adalah judul-judul yang menjadi landmark. Seperti Catatan Akhir Sekolah untuk film remaja atau Hari Untuk Amanda untuk drama romantis. Menerima 8 nominasi skenario terbaik di Festival Film Indonesia sejak 2005, dan plakat skenario terbaik dari Farabi Children International Film Festval di Isfahan, Iran, untuk Sang Pemimpi. Dia juga tercatat sebagai anggota Academy of Asian Pacific Screen Award [APSA] ketika menjadi juri yang diketuai Lord David Puttnam pada tahun 2010.

Sejak tahun 2009 memulai langkahnya sebagai produser dan sutradara. Dibuka dengan Jakarta Maghrib [2010] yang ikut mengawali gelombang omnibus di Indonesia sampai saat ini. Film kecil ini juga berhasil menembus 9 festival internasional. Salah satunya Busan International Film Festival. Sekaligus mendapatkan dua nominasi FFI 2011.

Film-film berikutnya adalah film berdana efektif tapi unik. Omnibus Jakarta Hati [2012] menjadi pembuka Balinale International Film Festival dan Cinta Dalam Kardus [2013]. Judul terakhir adalah film dengan konsep stand up comedy dan dicatat kritikus sebagai salah satu komedi romantis terbaik beberapa tahun belakangan. Sekaligus membukukan pendapatan yang memuaskan dengan ongkos produksi yang relatif kecil.

Sekarang disibukkan juga dengan memberikan workshop di Plotpoint untuk penulisan dan pembuatan film sembari mengembangan kebun cerita bernama wahana penulis bersama istrinya Gina S. Noer serta rekan lainnya. Sambil tetap membetot bass bareng SiLENTiUM dan menulis lagu sendiri buat anthem kamar tidur, menikmati [dan berusaha menulis] buku, menganut sepakbola dan ingin dikenang sebagai pencerita yang baik. Sebab, ‘life is about storytelling. The rest, is just details’.

Laman lain:
wikipedia
imdb
blog lama
facebook
tumblr

Iklan

2 pemikiran pada “tentang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s