Menggerakkan Yang Diam

246ab01b-5a35-40e0-bdff-3e114ea79d30

korporasi api: anggi-aris-jc-bentar-zen

Sudah terlalu lama SiLENTiUM tidak kena hawa studio. Tahun ini, kami memutuskan mau bikin album lagi. Ini yang terakhir? Entahlah. Tapi anggap tiap karya adalah yang terakhir!

Sok heroik, ya? Biar, ah. Toh, ini band memang seenak hati, kok. Hati mesti maksimal mendapatkan yang dia mau, kata Woody Allen.

Rencananya mau bikin album secara live. Doakan saja. Tapi melihat JC yang makin ramping karena khusyuk maraton dan Bentar yang terjangan kakinya makin ganas gara-gara bersepeda sampai ke Pantura, gue, Anggi dan Zen optimis. Bahwa, umur cuma angka.

Ini postingan pertama soal bergerinjalnya kami. Lirik dari salah satu lagu baru.

19554616_10213746032155986_8178590157902459689_n

Mari bersulang untuk masa depan!

Iklan

Mendoakan Yang Dosa

Do[s]a.jpg

Di tiap dosa kita, selalu ada doa yang bisa kita tuju. Dan di setiap doa kita, pasti ada dosa yang mengincar dan menunggu.

Itulah argumen dasar dari serial drama-aksi Do[s]a yang gue kreasi bareng Saniboey Moh. Ismail untuk yang di Astro. Gue tulis skenarionya bareng Rino Sarjono dan dikembangkan di Wahana Penulis selama kurang lebih 5 bulan untuk 8 episode. Sebuah proses development yang cukup ideal untuk serial sekitar satu jam tayang. Hal yang ironisnya, masih jarang sekali bisa gue dapatkan di TV Indonesia.

Sekarang Ifa Isfanyah, sutradara gue, sedang bersiap. Mulai latihan bareng Kang Cecep Arif Rahman yang mengkomposisi adegan tarungnya. Kamera bakal diatur Yadi Sugandi.

Ada Ashraff Sinclair, Remi Ishak, M. Natsir, Ruben Elishama, Hannah Al Rashid dan pemain lainnya yang akan bertarung akting. Kalau melihat nama-nama tadi, ini memang kolaborasi Indonesia-Malaysia. Seru. Gue memang ingin melebarkan sayap ke area regional. Melapangkan ranah cerita lebih luas lagi.

Syuting dimulai 17 Juli 2017 di Kuala Lumpur. Disambung Jakarta sampai sekitar 50 hari berikutnya.

Mari, kita sadar akan dosa dan selalu berharap dalam doa.