Menahunkan Yang Baru

2016

Terlepas dari berbagai kejadian dunia yang mengejutkan, menyedihkan, membelalakkan dan lainnya, secara personal 2016 penuh dengan landmark.

Tahun ini gue 40. Nikah sepuluh tahun. Bisa mampir ke Cannes. Diberi anugerah Piala Citra. Digojlok dengan pegang syuting sebulan penuh di manca negara. Mengembangan sayap kerjasama dengan kekuatan kreatif negeri tetangga. Tahun yang luar biasa.

Lalu apa yang baru di 2017?

Secara ‘mestinya’ mah, banyak maunya sudah tahun depan itu. Buku penulisan skenario mestinya segera terbit. Entitas produksi dengan tiga rekan baru harus mulai tumbuh dengan syuting satu film unik lagi. Jadi sutradara lagi, Insya Allah.

Merebut format series panjang bersama pihak negeri jiran. Membidani sebuah series premium tingkat regional. Satu proyek yang dulu bahkan gue tolak karena nggak ngerasa punya kapasitas, sepertinya bakal jatuh kepangkuan. Menggulirkan baby project yang sudah gue peluk sejak 2009. Keluar dari zona harian, nulis film aksi yang super aksi.

Alhamdulillah. Bakal belajar banyak lagi. The only wish I had: always broaden my learning curve. Gue berharap bisa bikin salah lebih sedikit dari sebelum-sebelumnya.

Terus, resolusi tahun barunya? 365 hari berusaha lebih berguna lagi saja buat keluarga [satu istri, dua anak dan dua kucing], kerabat dan orang banyak. One day at a time. 

Dan, tentu saja, kebersamaan dalam keragaman yang tidak boleh mati buat Indonesia.

Datang dengan penuh selamat, 2017!

Iklan